Jakarta - Pada hari ke-5 pemerintahan, Presiden Joko Widodo (Jokowi)
belum mengumumkan nama menteri kabinet. Hal ini mengundang pertanyaan
besar. Mengapa demikian? Sejumlah pihak pun melontarkan opini.
Koordinator
Gerakan Indonesia Bersih, Adhie Massardi menilai tertundanya pengumuman
menteri lantaran beberapa faktor. Misalnya, menurut dia, karena Jokowi
kurang memiliki visi yang jelas.
"Karena visinya kurang, (jadi) susah mencari (menteri). Referensinya juga kurang," ujar Adi di Jakarta, Jumat (24/10/2014).
Di
samping itu, lanjut dia, faktor lain yang membuat Jokowi belum
memutuskan kabinetnya karena dia masih diselimuti rasa takut bila
kabinetnya nanti tidak sesuai harapan.
"Dia (Jokowi) pusing karena kabinet ini untuk 5 tahun. Ya jalan saja, kalau jelek kan diganti," sambung dia.
Walau
begitu, Adhie menilai hiruk-pikuk seleksi menteri tidak harus
dibesar-besarkan. Sebab Indonesia bukan negara baru, melainkan sudah
merdeka 69 tahun. Sehingga, belum diumumkannya kabinet Jokowi adalah
sesuatu yang wajar. Dia mencontohkan, presiden sebelumnya juga
membutuhkan waktu untuk menentukan menteri.
Sementara itu,
Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Abetnego
Tarigan mempertanyakan kinerja dari Tim Transisi Joko Widodo
(Jokowi)-Jusuf Kalla (JK) yang dibentuk setelah pasangan tersebut
dinyatakan resmi menang Pilpres oleh MK.
"Kan sudah membentuk
kemarin rumah transisi Jokowi-JK, akhirnya apa? Belum diumumin," kata
Abetnego saat memberikan keterangan persnya di kantor WALHI, Jakarta
Selatan, Jumat (24/10/2014).
Padahal, menurut Abetnego, pihaknya
dan sejumlah LSM lain kerap kali diundang Jokowi dan Tim Transisi guna
membahas isu-isu penting yang harus dibenahi pada pemerintahan
selanjutnya.
"Kita pengin tahu juga apakah yang kita usulkan
diterima atau nggak. Kalau diterima kayak apa, kalau tidak kenapa? Ini
hal yang menurut kami sampai sekarang nggak jelas," ucapnya.
14 Hari
Sebelumnya Jokowi mengatakan ada 33
menteri yang akan membantu pemerintahannya. Jokowi pun menyerahkan
sejumlah calon menteri itu ke KPK untuk diperiksa rekam jejaknya. Dari
hasil penelusuran KPK, beberapa nama di antaranya dinyatakan terindikasi
dugaan kasus korupsi.
Setelah menerima rekomendasi KPK, Jokowi
kemudian menggodok ulang nama-nama calon menteri, dan menyerahkan nama
baru ke KPK untuk diselidiki. Jokowi juga mengirimkan surat perubahan
nomenklatur susunan kabinet ke DPR. DPR kini sudah memberikan surat
balasan terkait perubahan dalam struktur kabinet.
Jokowi juga
pernah menegaskan bahwa dirinya tak ingin terburu-buru dan memerlukan
proses yang matang dalam menentukan menteri. "Kita menganut prinsip
kehati-hatian," tegasnya.
Menurut mantan Deputi Tim Transisi
Pemerintahan Jokowi-JK, Anies Baswedan, belum diumumkannya nama menteri
merupakan hal yang wajar. Sebab, Jokowi dan JK masih punya waktu
beberapa hari untuk memikirkan secara matang komposisi kabinetnya
sehingga tidak timbul masalah ke depannya.
"Ini proses politik
yang panjang dengan diseleksi KPK. Ini adalah langkah sejarah Indonesia
akan lebih bersih jika orang-orang yang bekerja atas nama publik untuk
kepentingan publik memang klir," ujar Anies. "Presiden (Jokowi) punya waktu 14 hari untuk membentuk kabinet. Jadi kenapa teman-teman yang mendorong?".
Sumber : news.liputan6.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar