New York - Walikota New York Bill de Blasio telah mengumumkan
bahwa seorang dokter unit gawat darurat yang baru kembali ke kota itu --
setelah merawat pasien Ebola di Guinea, Afrika Barat, terbukti positif
terinfeksi Virus Ebola.
Kepastian dokter Craig Spencer terinfeksi Virus Ebola disampaikan dalam konferensi pers bersama Gubernur New York Andrew Cuomo dan sejumlah pejabat kesehatan Amerika Kamis malam 23 Oktober 2014 waktu setempat.
"Masyarakat
tidak perlu panik dengan informasi ini, karena seluruh pejabat kota
telah mengikuti setiap langkah yang diharuskan dalam protokol penanganan
dan perawatan pasien Ebola," jelas Blasio seperti dikutip dari VOA News, Jumat (24/10/2014).
Spencer
sebelumnya bekerja di Guinea dibawah koordinasi LSM Dokter Tanpa Batas.
Ia kembali ke New York melalui bandara John F. Kennedy minggu lalu dan
datang ke Rumah Sakit Bellevue Manhanttan, Kamis siang. Ketika itu
dirinya merasakan gejala-gejala terinfeksi Vvrus Ebola, antara lain
demam hingga 103 Fahrenheit (34,9 Celsius) dan diare.
Uji medis
yang dilakukan memastikan ia terinfeksi virus mematikan itu. Lalu ia
segera dirawat di unit isolasi RS Bellevue yang telah ditunjuk sebagai
rumah sakit penanganan Ebola di New York.
Spencer adalah orang keempat yang didiagnosa tertular Ebola di Amerika dan yang pertama di New York.
Orang
pertama yang didiagnosis terinfeksi virus ebola di Amerika Serikat
adalah Thomas Eric Duncan dari Dallas, lalu suster Nina Pham dan Suster
Amber Vinso.
Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Amerika
(CDC) telah mengirim tim khusus ke New York untuk membantu koordinasi
penanganan Ebola, sekaligus melakukan uji medis lebih lanjut untuk
memastikan uji pendahuluan itu atas Spencer.
Beberapa pejabat
berwenang telah menanyai Spencer untuk mengetahui orang-orang yang
sempat berhubungan dengannya dan mungkin berisiko tertular. Spencer
mengakui telah menggunakan sarana kereta api bawah tanah (subway) dan
naik taksi selama sepekan terakhir sebelum ia memiliki gejala Ebola.
Setelah
Spencer dirawat, apartemen yang ditempatinya di daerah Harlem diisolasi
dan dijaga aparat. Sementara tunangannya yang belum terlihat gejala
Ebola, telah dikirim ke unit isolasi di RS Bellevue.
"Kemungkinan
tertularnya warga Kota New York sangat kecil, karena seseorang tidak
bisa tertular Ebola hanya karena berada di dekat seseorang yang memiliki
gejala Ebola, kecuali terkena cairan tubuhnya," ungkap pejabat-pejabat
kesehatan New York dalam konferensi pers Kamis malam.
Gejala
Ebola mirip dengan malaria dan koleram demam, muntah, diare, kelelahan
dan jika semakin memburuk maka akan memicu gagal organ dan pendarahan.
Ebola menular lewat cairan tubuh penderita, antara lain muntah, ludah,
darah, keringat, urin, kotoran dan sperma.
Ebola telah menewaskan
lebih dari 4.800 orang di negara-negara Afrika Barat dan menulari 10
ribu lainnya. Diantara mereka yang tertular termasuk 440 petugas medis,
yang separuh diantaranya telah meninggal dunia.
Pihak 'Doctors
Without Borders' mengungkapkan, berdasarkan pedoman yang dibuat bagi
petugas medis yang baru kembali dari penugasan di negara-negara yang
sedang dijangkiti Ebola, mereka harus memonitor kesehatan dan melaporkan
setiap perkembangannya sesegera mungkin.
Hingga 14 Oktober, ada 16 petugas medis mereka yang tertular Ebola dan sembilan diantaranya telah meninggal dunia.
Sumber : news.liputan6.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar