Karanganyar - Tahun Baru Islam yang
jatuh pada hari ini membuat makam mantan Presiden Soeharto di Astana
Giribangun, Matesih, Karanganyar, Jawa Tengah dibanjiri peziarah.
Kenaikan jumlah pengunjung terjadi sejak Jumat 24 Oktober malam, atau
malam 1 Suro kemarin.
Juru kunci kompleks makam Astana Giribangun, Sukirno mengatakan, kenaikan peziarah pada Tahun Baru Islam menyebabkan pihak pengelola membuka kompleks makam tersebut selama 24 jam.
"Lonjakan
peziarah terlihat sejak usai Magrib kemarin. Selanjutnya jumlah
peziarah bertambah menjelang pukul 24.00 WIB," kata dia di Solo, Sabtu
(25/10/2014).
Disebutkan dia, jumlah peziarah pada malam
peringatan 1 Suro mencapai 3.000 orang. Jumlah itu mengalami peningkatan
dibandingkan pada hari biasa yang hanya jumlahnya mencapai 1.000
orang.
"Semalam itu jumlah peziarah berdatangan terus, mulai
malam hingga pagi. Jumlahnya ya meningkat dibandingkan pada hari libur
akhir pekan yang hanya sekitar 1.000 orang," sebut dia.
Lebih
lanjut dia mengungkapkan jumlah lonjakan peziarah juga terlihat pada
hari ini, Sabtu (25/10/2015). Sejak pagi hari hingga sore pukul 16.00
WIB, jumlah pengunjung sudah mencapai sekitar 2.000 orang.
"Selama liburan peringatan 1 Suro, ini peziarah terus berdatangan," ujar Sukirno.
Para
peziarah tersebut, dikatakan dia, berasal dari berbagai daerah di Jawa
Timur dan Jawa Tengah. Hanya saja jumlah peziarah itu sebagian besar
berasal dari rombongan daerah Jawa Timur.
"Peziarah (makam Soeharto saat Tahun Baru Islam)
yang datang itu ada dari Blitar, Lamongan, Ngawi, Sidoarjo, Bojonegoro
dan kota lainnya di Jawa Timur. Sebagian besar peziarah datang dari
daerah Jawa Timur dengan menggunakan rombongan bus," kata Sukirno.
Sumber : news.liputan6.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar