Presiden dan Wakil Presiden : Joko Widodo (presiden) , Jusuf Kalla (wapres)
Jakarta - Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) berniat membangun kabinet berdasarkan ideologi Trisakti, seperti yang dicetuskan Presiden pertama RI Soekarno.
Maka itu, politisi Partai Golkar M Misbakhun menyarankan kepada Presiden Jokowi agar lebih berhati-hati dalam menentukan figur yang akan duduk di kabinetnya.
"Jokowi
harus berhati-hati menentukan figur-figur yang hendak dipilih. Jangan
sampai ingin kabinet Trisakti, tapi orang-orang yang dipilih tidak tahu
filosofi Trisakti yang menjadi cita-cita Bung Karno," kata Misbakhun di
kawasan Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (25/10/2014).
Misbakhun
mengatakan, permasalahan ideologi Trisakti sangat serius. Sebab, kalau
Jokowi tidak melakukan kajian mendalam, maka akan sulit mewujudkan
kabinet Trisakti.
"Padahal kabinet Jokowi itu Trisakti, artinya
kedaulatan dan kemandirian ekonomi sesuai Pasal 33 UUD 1945 menjadi
faktor sangat penting. Kalau ideologi ini tidak bersih, cita-cita Jokowi
menciptakan kedaulatan energi, pangan, itu tidak bisa dicapai," kata
dia.
Misbakhun menambahkan, kabinet Jokowi ini sangat penting ke
depan. Karena nantinya kabinet akan menjadi penilaian awal pemerintahan
Jokowi dari masyarakat Indonesia.
"(Kabinet) ini menjadi nilai awal, apakah memberikan dukungan atau tidak memberi dukungan (kepada Jokowi-JK)," ujar Misbakhun.
Tidak Boleh Diintervensi
Misbakhun
mengatakan, Presiden Jokowi tidak boleh diintervensi dalam menentukan
menteri-menterinya. Sebab, pemilihan menteri merupakan mutlak hak
prerogatif Jokowi selaku presiden.
"Siapa pun tidak boleh intervensi presiden. Menyusun kabinet hak prerogatif presiden," ujar Misbakhun.
Menurut
Misbakhun, Presiden Jokowi belum mengumumkan nama-nama kabinet, bukan
karena ada 8 calon menteri yang mendapat rapor merah dari Komisi
Pemberantasan Korupsi (KPK). Namun karena lebih kehati-hatian Jokowi
memilih calon menteri-menterinya.
"Menurut saya, rapor merah
atau tidak menjadi dasar presiden menunda kabinet. Presiden diberikan
waktu 14 hari, 14 hari belum dilewati. Ini masih berumur 5 hari. Jadi
ini bagian sebuah kehati-hatian," pungkas bekas politisi Partai Keadilan
Sejahtera (PKS) ini.
Presiden Jokowi akan mengumumkan susunan
kabinetnya pada Minggu 26 Oktober 2014 besok, pada pukul 16.00 WIB.
Jokowi telah mengajukan 43 calon susunan kabinet ke Komisi Pemberantasan
Korupsi (KPK) dan Pusat Pelaporan Analisa dan Transaksi Keuangan
(PPATK) untuk diaudit.
Dari 43 nama, 8 di antaranya memiliki rapor merah atau tidak direkomendasikan menjadi calon kabinet Jokowi.
Jokowi pun memilih nama lainnya. Langkah Jokowi ini pertama kali
dilakukan dari presiden-presiden sebelumnya. Tujuan audit ini guna
menyiapkan kabinet yang bersih dan bebas korupsi di pemerintahan
Jokowi-JK mendatang.
Sumber : news.liputan6.com

Tidak ada komentar:
Posting Komentar