Jakarta - Plt Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menyatakan
pihaknya siap berdialog dengan semua pihak terkait polemik di parlemen
hingga memunculkan pimpinan DPR tandingan. Menurutnya, kini sudah saatnya anggota dewan untuk membangun bangsa.
"Pilpres sudah selesai, dan Presiden Jokowi sudah dilantik. Kini saatnya bergotong royong membangun negeri," ujar Hasto melalui dalam pesan tertulis kepada Liputan6.com, Sabtu (1/11/2014).
PDIP,
kata dia, sangat menyesalkan atas praktik politik 'asal menang' terkait
dengan pengisian jabatan pimpinan alat kelengkapan dewan. Untuk itu,
kini saatnya DPR bertanggung jawab mewujudkan musyawarah mufakat dalam
mengambil setiap keputusan. Pimpinan dan anggota DPR diimbau memegang
teguh janji jabatan untuk selalu berpedoman pada Pancasila.
"Musyawarah mufakat seharusnya menjadi cara terbaik pengambilan keputusan di DPR," imbuh Hasto.
Terlebih
dengan tradisi yang telah lama berlangsung bahwa penetapan pimpinan
alat kelengkapan dilakukan secara musyawarah dengan menerapkan prinsip
proporsionalitas.
"Bagaimanapun suara rakyat pada pemilu legislatif yang lalu tidak bisa diabaikan," tegas Hasto.
"Tindakan
sepihak menerapkan pimpinan alat kelengkapan dewan tanpa terpenuhi
kuorum keanggotaan komisi dan kuorum jumlah fraksi adalah bentuk nyata
dari pelanggaran tatib DPR itu sendiri," tambah Hasto.
Hasto
menyatakan apa yang diperjuangkan fraksi PDIP DPR tidak terkait dengan
perebutan jabatan. Perjuangan diletakkan untuk mengembalikan ruh dari
demokrasi itu sendiri.
"Saatnya pimpinan dan anggota DPR
memegang teguh janji jabatan dan menampilkan tradisi demokrasi yang
matang, berkeadaban dan tidak menang-menangan. Itulah yang menjadi
harapan rakyat," demikian Hasto.
Sumber : news.liputan6.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar